Senin, 19 Mei 2014

Petani Jatim Terpikat Program Pertanian Prabowo

http://regional.kompas.com/read/2014/05/19/2141186/Petani.Jatim.Terpikat.Program.Pertanian.Prabowo

Petani Jatim Terpikat Program Pertanian Prabowo

Senin, 19 Mei 2014 | 21:41 WIB
AFP PHOTO / ADEK BERRYKetua Umum PAN Hatta Rajasa (kanan) berbicara dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto saat Rakernas PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (14/5/2014).
SURABAYA, KOMPAS.com - Figur calon Presiden (Capres) Partai Gerindra, Prabowo Subianto dilirik kalangan asosiasi petani di Jawa Timur. Mantan Pangkostrad era Orde Baru itu dinilai lebih memiliki visi memajukan pertanian daripada capres lainnya.

Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jawa Timur, Jumantoro, mengaku terpikat dengan sepak terjang Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu di bidang pertanian.

"Secara organisasi, kami masih belum memutuskan sikap resmi. Musyawarah daerah baru akan digelar awal Juni nanti," katanya di Surabaya, Senin (19/5/2014).

Namun Jumantoro mengaku, rekan-rekannya banyak yang menghubungi, dan rata-rata menyatakan lebih suka memilih Prabowo. "Banyak yang telepon saya, mereka lebih condong ke Pak Prabowo," kata Jumantoro.

Para petani terpikat dengan program Prabowo yang berkali-kali menegaskan perlindungan terhadap lokalitas dan tidak tergantung dengan produk impor.

"Prabowo pernah menjanjikan pemberdayaan petani, bukan pemerdayaan petani. Program pertanian benar-benar program dan bukan proyek. Ini sangat kami nanti. Jangan mudah impor," katanya.

Cawapres Prabowo, Hatta Rajasa diharapkan juga membuktikan kapasitasnya sebagai seorang ekonom yang melindungi kepentingan dalam negeri. Selama ini, ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini lebih dikenal sebagai penyokong dunia wirausaha.

Bersama Prabowo, Hatta harus membuktikan sebagai pendukung petani, yang membutuhkan kemudahan akses permodalan.

Pukul 10.00 WIB Tabur Bunga di Kalibata, Prabowo-Hatta Jalan Kaki ke KPU pada Pukul 14.00 WIB


http://nasional.kompas.com/read/2014/05/20/0612082/Pukul.10.00.WIB.Tabur.Bunga.di.Kalibata.Prabowo-Hatta.Jalan.Kaki.ke.KPU.pada.Pukul.14.00.WIB

Pukul 10.00 WIB Tabur Bunga di Kalibata, Prabowo-Hatta Jalan Kaki ke KPU pada Pukul 14.00 WIB

Selasa, 20 Mei 2014 | 06:12 WIB
TRIBUNNEWS/HERUDINBakal capres Prabowo Subianto dan bakal cawapres Hatta Rajasa, melambaikan tangan saat acara deklarasi pencapresan mereka di Jakarta Timur, Senin (19/5/2014). Prabowo dan Hatta yang diusung enam partai, yaitu Gerindra, PAN, PKS, PPP, Golkar, dan PBB ini akan mendaftarkan diri ke KPU pada Selasa esok hari.
JAKARTA, KOMPAS.com -- Bakal calon presiden dan calon wakil presiden dari poros Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, akan mendaftarkan diri sebagai pasangan kandidat Pemilu Presiden 2014 ke Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Selasa (20/5/2014) ini. Agenda mereka akan dimulai pada pukul 10.00 WIB.

Agenda kegiatan pasangan ini diumumkan oleh Dessy Ratnasari, artis lawas yang menjadi pembawa acara deklarasi dukungan untuk Prabowo-Hatta, Senin (18/5/2014), dalam acara itu. Ageda Selasa pagi akan dimulai pukul 10.00 WIB dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata di Jakarta Selatan.

Dari kegiatan ini, Prabowo-Hatta dan rombongan akan bertolak menuju Masjid Sunda Kelapa di Menteng, Jakarta Pusat, untuk shalat dzuhur berjemaah. Sesudah itu, rombongan akan berjalan kaki ke Museum Naskah Proklamasi di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, untuk penandatanganan naskah dukungan pencalonan Prabowo-Hatta.

Pada pukul 14.00 WIB, Prabowo-Hatta beserta rombongannya akan meninggalkan museum tersebut dan berjalan kaki menuju kantor Komisi Pemilihan Umum di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Mereka akan mendaftarkan pencalonannya.

"Semuanya yang mau ikut dipersilakan, bisa ikut menyaksikan momen bersejarah melihat pasangan capres dan cawapres kita mendaftar di KPU," kata Dessy, Senin. Duet Prabowo-Hatta mendapat dukungan dari enam partai politik, yaitu Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bulan Bintang, dan Partai Golkar.

Beredar kabar bahwa pasangan ini akan mendahului aktivitas resminya dengan sarapan bersama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Namun, kepastian soal waktu dan lokasi belum didapatkan. Ajudan Hatta, ketika dihubungi, mengaku belum memeriksa ulang agenda pada pagi itu.

Sebelumnya, Senin, pasangan yang diusung PDI-P bersama Partai Nasdem, PKB, dan Partai Hanura sudah lebih dahulu mendaftarkan diri ke KPU setelah deklarasi pada Senin pagi. Poros ini mengusung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Prabowo-Hatta Didukung Aliansi Aktivis

http://pemilu.okezone.com/read/2014/05/20/567/987253/prabowo-hatta-didukung-aliansi-aktivis

Prabowo-Hatta Didukung Aliansi Aktivis

Selasa, 20 Mei 2014 - 03:25 wib | Awaludin - OkezonePrabowo Subianto-Hatta Rajasa (Foto: Antara)
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Foto: Antara)JAKARTA - Aliansi aktivis dari berbagai elemen masyarakat mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Deklarasi dipimpin mantan aktivis era 1980, Syahganda Nainggolan.
 
Setelah mempelajari para kandidat, kami sesuai dengan Calon Presiden, Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Hatta Rajasa," ujar Syahganda, Senin (19/5/2014).
 
Kata dia, dukungan kepada Pasangan Prabowo-Hatta antara lain didasarkan keinginan para aktivis untuk menegakkan kedaulatan bangsa, menghadirkan peran negara yang kuat sekaligus adil dalam melindungi rakyat kecil, serta mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat.
 
"Kami juga mengharapkan terciptanya harmoni dan gotong royong di dalam kehidupan masyarakat, termasuk dapat membangun Indonesia ke arah bangsa besar berdaya saing tinggi serta meletakkan rakyat sebagai subjek pembangunan. Inilah sikap dan semangat kami yang utama dalam mendukung pasangan Prabowo Hatta," tegasnya.
 
Indonesia, kata dia, memerlukan pencapaian ekonomi tinggi sehingga bisa sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya. Harapan yang kini diletakkan di pundak pasangan Prabowo-Hatta.
 
Syahganda mengaku prihatin dengan kondisi Indonesia yang sudah merdeka selama 69 tahun namun masih berada dalam cengkeraman asing dan melanjutkan esensi kolonialisme.
 
"Itu ditunjukkan dengan dominasi penguasaan aset-aset strategis bangsa berupa ladang minyak, tambang, dan hutan," lanjutnya.
 
Negara juga dianggap tidak tegas dalam menjamin kebutuhan lapangan kerja secara layak, kehidupan bermartabat untuk rakyat, dan distribusi atas fungsi ekonomi yang adil bagi segenap rakyat.
 
"Kami juga melihat demokrasi yang ini berlangsung adalah demokrasi super liberal, yang mendudukkan wakil-wakil rakyat yang tidak amanah," pungkasnya.
(ded)

In surprise move, Indonesia's No.2 party backs Prabowo for president

http://www.chicagotribune.com/news/sns-rt-us-indonesia-election-prabowo-20140519,0,272641.story

In surprise move, Indonesia's No.2 party backs Prabowo for president

  • Email


JAKARTA (Reuters) - Indonesia's second largest party, Golkar, will support former general Prabowo Subianto in July's presidential election, a senior party official said on Monday.

The move came as a surprise as many expected Golkar to throw its support behind presidential frontrunner Joko "Jokowi" Widodo, who earlier on Monday named Golkar senior party official and former vice president, Jusuf Kalla, as his running mate.

Golkar Chairman Aburizal Bakrie also said last week he would cooperate with Jokowi's coalition ahead of the July election.

"At (Golkar's national meeting), Aburizal Bakrie gave a statement that the whole Golkar family and party will give its full support to (Prabowo as president and Hatta as vice president)," said Golkar's Secretary General Idrus Marham at a political rally.

(Reporting by Kanupriya Kapoor; Editing by Simon Cameron-Moore)

Minggu, 18 Mei 2014

Prabowo-Hatta Idaman Para PKL

http://nasional.inilah.com/read/detail/2101722/prabowo-hatta-idaman-para-pkl#.U3ltCvmSxMc

Prabowo-Hatta Idaman Para PKL
Headline
Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa - (Foto: inilahcom)
Oleh: Ahmad Farhan Faris
nasional - Senin, 19 Mei 2014 | 00:40 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dinilai pasangan yang tepat untuk maju sebagai calon presiden dan wakil presiden pada 9 Juli 2014. Keduanya dinilai dapat mensejahterakan pedagang kaki lima (PKL).

Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun mengatakan, Prabowo-Hatta berkomitmen akan melindungi, memanusiakan dan mensejahterakan para pedagang.

"Prabowo-Hatta mampu dan mau mewujudkan PKL berdaya, bermartabat, sejahtera dan dimanusiakan, serta unggul dalam hadapi AEC 2015 dan Pasar Tunggal Dunia 2020," kata Ali, di Jakarta, Minggu (18/5/2014).

Ia menjelaskan, Dewan Pembina Partai Gerindra itu merupakan sosok pemimpin yang hatinya merah putih, tegas dan berani atas risiko apapun demi kepentingan bangsa dan negara.

Sehingga Prabowo tidak diragukan lagi komitmennya terhadap ekonomi kerakyatan, di samping menjabat ketua umum HKTI, juga ketua umum Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI).

"PKL dan UMKM rindu atas dirinya pimpin negeri ini lima tahun ke depan," ujarnya.

Sementara Hatta Rajasa, lanjut dia, adalah salah satu menteri yang meletakkan pemberdayaan pedagang kaki lima di Indonesia saat menjabat Menteri Koordinator Perekonomian.

Menurut dia, Hatta orang yang berani pasang badan melawan arus dengan mencanangkan gerakan nasional hak PKL Indonesia, kemudian mencanangkan beasiswa anak PKL.

"Beliau membuka perhelatan nasional PKL, yaitu MUNAS IV APKLI 2011 di Semarang," jelas dia.

Bukan hanya itu, kata Ali, Hatta juga sebagai pendorong terbitnya Perpres RI 125/2012 dan selalu kumandangkan pedagang jangan digusur, PKL harus diberdayakan, harus naik kelas jadi pengusaha handal.

"Hatta Rajasa adalah ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) dan ketua Dewan Pembina Relawan PKL," tandasnya.[fad]

Kamis, 15 Mei 2014

Said Agil Dukung Prabowo


http://nasional.kompas.com/read/2014/05/16/0911536/Said.Agil.Dukung.Prabowo

Said Agil Dukung Prabowo

Jumat, 16 Mei 2014 | 09:11 WIB
TRIBUNNEWS/DANY PERMANAKetua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan sambutan saat mengawasi penghitungan cepat sementara Pemilu Legislatif 2014, di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014). Hasil penghitungan cepat sementara hingga malam ini menempatkan Gerindra dalam tiga besar perolehan suara nasional.
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Agil Siradj mengaku secara pribadi dirinya mendukung pencalonan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai presiden. Namun, ia menegaskan bahwa warga NU bebas memilih siapa pun calon pemimpinnya.
"Warga NU bebas memilih siapa saja sebagai capres, tapi secara pribadi saya mendukung Prabowo Subianto sebagai capres yang akan bertarung nanti ," ujar Said dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dikutip dari Antara.
Menurut dia, Prabowo mempunyai sikap tegas, berani, dan berwibawa untuk memajukan dan membangun Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.
"Prabowo adalah sosok pemimpin tegas yang memikirkan rakyat kecil antara lain petani, buruh, nelayan dan sebagainya" ujar dia.
Indonesia, kata dia, juga harus berdaulat secara ekonomi, politik serta budaya. Jadi bukan hanya secara geografis saja.
"Jangan sampai bangsa Indonesia dikangkangi oleh para investor. Karena itu Indonesia butuh pemimpin yang berani sehingga dapat berdaulat secara ekonomi," kata Said.
Selain itu, lanjutnya, siapapun pemimpin yang terpilih kelak harus selektif dan tidak boros dalam menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
"APBN digunakan untuk kepentingan rakyat Indonesia dan Pilpres harus berjalan secara damai karena itu bagian dari proses demokrasi," ujar dia.
Pencapresan Prabowo rencananya akan didukung oleh PAN, PPP dan PKS. Gerindra belum memutuskan siapa bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo. Hanya, PAN mengusulkan Hatta Rajasa sebagai cawapres bagi Prabowo. Hatta juga sudah mengundurkan diri sebagai Menteri Koordinator bidang Perekonomian.

Prabowo-Mahfud MD Lebih Populer Dibanding Prabowo-Hatta

http://www.beritasatu.com/politik/184238-prabowomahfud-md-lebih-populer-dibanding-prabowohatta.html

Kamis, 15 Mei 2014 | 18:42
   

Prabowo-Mahfud MD Lebih Populer Dibanding Prabowo-Hatta

Mahfud MD
Mahfud MD (sumber: Beritasatu.com/Danung Arifin)
Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, adalah bakal calon wakil presiden (cawapres) yang lebih baik elektabilitasnya dibanding Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, bagi capres Prabowo Subianto.
Survei yang dilakukan Founding Fathers House (FFH) yang dipublikasikan di Jakarta, Kamis (15/5), menemukan ada beberapa simulasi nama yang bisa dipasangkan dengan Prabowo Subianto.
"Prabowo Subianto dan Mahfud MD paling tinggi dengan perolehan 30,18 persen suara," kata Peneliti Senior FFH, Dian Permata.
Pasangan itu mengalahkan alternatif pasangan lainnya yakni Prabowo Subianto - Dahlan Iskan dengan 29,81 persen, Prabowo Subianto - Hatta Rajasa 23,11 persen, atau Prabowo Subianto - Hidayat Nur Wahid 25,68 persen.
Prabowo Subianto - Mahfud MD juga mengalahkan Prabowo Subianto - Jusuf Kalla 28,07 persen, Prabowo Subianto - Pramono Edhie Wibowo 21 persen, atau Prabowo Subianto - Suryadharma Alie 18,99 persen.
Menurut Dian, Mahfud MD menjadi satu dari tiga politisi tertinggi tingkat modal sosial dan politiknya apabila hendak dipasangkan dengan calon presiden. Dua nama lainnya adalah Jusuf Kalla dan Dahlan Iskan.
Para calon presiden juga harus ekstra hati-hati dalam memilih calon wakil presiden (cawapres) untuk tarung di Pilpres 2014. Salah memilih maka akan fatal akibatnya.
"Kapabilitas, faktor kepribadian, visi misi atau program kerja adalah sederet faktor yang harus dipertimbangkan," jelasnya.
Penelitian FFH menemukan sebanyak 40,74 persen pemilih menjadikan kapabilitas capres-cawapres sebagai pertimbangan untuk menentukan pilihan pada Pilpres 2014. Lalu 19,9 persen karena faktor kepribadian, 15,51 persen karena visi misi atau program kerja, dan 13,45 persen menilai rekam jejak.
"Jadi memilih pasangan itu harus jelas dan terukur. Tidak serampangan. Karena kawin kontraknya lima tahunan dan bisa dilanjutkan lagi di lima tahun berikutnya. Jangan sampai cerai di tengah jalan," katanya.
Selain itu, saran Dian, cawapres itu harus memiliki faktor penambah nilai dan bukan pengurang nilai. Ini penting dilakukan karena pada saat kampanye pilpres sudah dimulai untuk antisipasi attacking campaign.
Contohya, mempunyai rekam jejak jelas, tidak ada kaitan dengan hukum di masa lalu ataupun masa akan datang, atau lainnya.
Survei dilaksanakan 11 April hingga 14 Mei 2014 di di 34 provinsi. Jumlah sampel 1090 orang. Tingkat kepercayaan sebesar 95 persen, dengan margin of error plus minus 3 persen.
Pengambilan data melalui teknik wawancara dengan bantuan kuisioner. Responden adalah yang sudah memiliki hak pilih pada Pilpres serta bukan TNI/Polri aktif.
Penulis: Markus Junianto Sihaloho/FMB