Kamis, 29 Mei 2014

Atlet Deklarasikan Dukung Prabowo di GBK Hari ini


http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/05/30/269581178/Atlet-Deklarasikan-Dukung-Prabowo-di-GBK-Hari-ini

Atlet Deklarasikan Dukung Prabowo di GBK Hari ini

JUM'AT, 30 MEI 2014 | 09:45 WIB
Atlet Deklarasikan Dukung Prabowo di GBK Hari ini
Massa pendukung Capres-Cawapres, Prabowo-Hatta berhadapan dengan massa pendukung Capres-Cawapres, Jokowi-Kalla di Kawasan Bundaran HI, Jakarta (24/5). Menurut pengamatan di lokasi, kedua massa sempat terlibat aksi adu mulut. TEMPO/Dian Triyuli Handoko
TEMPO.CO, Jakarta- Sejumlah atlet dan mantan atlet yang menamakan diri Paguyuban Atlet dan Mantan atlet hari ini, Jumat, 30 Mei 2014, menyatakan dukungan terhadap pasangan presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Deklarasi yang diadakan di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, itu dihadiri oleh calon wakil presiden Hatta Rajasa dan Amien Rais.


Sejumlah atlet juga telah datang dengan memakai kemeja putih dan celana kain berwarna khaki. Mereka datang beserta keluarga, seperti keluarga Moreno Soeprapto. Moreno mengaku mendukung Probowo-Hatta karena memiliki program yang jelas di bidang olahraga. "Keluarga atlet berpendapat bahwa program Prabowo-Hatta memberi harapan bagi para atlet," kata Moreno. (Baca:Prabowo Minta Tim Suksesnya Tak Jelekkan Calon Lain)

Tidak seperti acara deklarasi biasa yang dipenuhi oleh penjaja souvenir, di luar stadion tidak tampak ada penjual souvenir yang bergambar Prabowo-Hatta. Suasana GBK justru dipenuhi oleh hilir-mudik masyarakat yang sedang berolahraga. Mereka tidak tahu perihal acara deklarasi ini dan mengaku bukan pendukung deklarasi. Sampai dengan pukul 09.03, belum tampak tanda kehadiran Hatta Rajasa yang menjadi tamu.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng pernah menyebutkan akar masalah utama yang dihadapi atlet-atlet di Indonesia adalah masalah terbengkalainya pendidikan. Selain itu, kesejahteraan masih menjadi masalah utama yang dirasakan mantan atlet di Indonesia. Masalah minimnya prestasi juga menjadi sorotan di Tanah Air.

Dalam deklarasi ini para atlet memiliki yel-yel "kalau bukan Prabowo-Hatta siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?" Deklarasi diklaim didukung oleh atlet dan mantan atlet dari berbagai macam cabang olahraga, di antaranya atletik, otomotif dan pencak silat. (Baca:Buruh di Jatim Deklarasi Dukungan untuk Prabowo)

Amien Rais backs Prabowo, sheds mantle of reformer

http://www.thejakartapost.com/news/2014/05/30/amien-rais-backs-prabowo-sheds-mantle-reformer.html

Amien Rais backs Prabowo,
sheds mantle of reformer 


Amien Rais: (Antara)
Amien Rais: (Antara)
The National Mandate Party’s (PAN) senior politician, Amien Rais, one of the icons of the country’s reform movement, has made a comeback into the political limelight although many have criticized his overzealous support for the candidacy of the Gerindra Party’s Prabowo Subianto, his nemesis from the reform era.

Amien, whose official position in PAN is chairman of the advisory board, caused a stir by invoking terms from one of the momentous occasions in the history of Islam to champion Prabowo’s case.

Amien suggested that Prabowo’s presidential campaign could make good use of the spirit of the Battle of Badr, one of the key battles in the history of Islam, in order to win in the July 9 election.

“Such a provocative act is unacceptable because it makes use of religious sentiment. This election is not the same as a war in which one party wins and another is slain,” spokesman of rival candidate pair Joko “Jokowi” Widodo-Jusuf Kalla, Abdul Kadir Karding, said as quoted by Antara.

The Battle of Badr was the first major battle in the war between the Muslims led by Prophet Muhammad and the Quraysh tribe in Mecca in the second year of the Muslim calendar. The Muslim victory is regarded as a catalyst in the further development of Islam.

Karding, who is a member of the National Awakening Party’s (PKB) central board, said that Amien should not promote sectarian politics, as he was a well-known national figure who had once stood on an inclusive political platform.

In the past few weeks, Amien has made statements that have called into question his credentials as a reformist.

Late last month, he made headlines when he revealed his support for Prabowo in Yogyakarta, fueling speculation that PAN would be backing the Gerindra-led coalition in the presidential election.

This triggered protests from human rights activists and other prominent figures, most recently the literary icon Goenawan Mohammad.

Goenawan, who was a co-founder to the party, quit the party following PAN’s decision.

PAN eventually backed Prabowo, after Prabowo decided to pick party chairman Hatta Rajasa as his running mate. In his speech to inaugurate the ticket, Amien went out of his way to liken Prabowo to the nation’s founding father, Sukarno.

Ikrar Nusa Bhakti, a political analyst from the Indonesian Institute of Sciences (LIPI), said Amien Rais was now only a shadow of the man he used to be.

Ikrar said that Amien was no longer the man who convinced 19 LIPI researchers to support the impeachment of former president Soeharto in 1998. “I was among the people whom Amien talked to back then,” said Ikrar, insisting that he knew how much the former Muhammadiyah chairman pushed for reform.

Ikrar also said that Amien had moved a long way from his stance in 2009 when he was furious with then PAN chairman Sutrisno Bachir’s decision to support Prabowo in 2009. “I am shocked [at his current stance],” he said.

To Ikrar, Amien seemed to be obsessed with pushing Hatta Rajasa as a way to achieve the stature that was denied him back in 1999.

Amien was nominated as chairman of the Peoples’ Consultative Assembly (MPR), a position that had little political power in spite of his role as a king maker who helped the election of then Nahdlatul Ulama (NU) chairman Abdurrahman “Gus Dur” Wahid as the country’s fourth president.

Contacted separately, Bogor Mayor Bima Arya Sugiarto defended Amien against the accusation that he had fallen from grace.

“To say that Pak Amien is a reformist-turned-into a bad guy is too much. I think he has been consistent in his approach to politics,” Bima told The Jakarta Post on Thursday.

Bima said that Amien was the reason he entered politics. Bima said he had been impressed by Amien’s opposition to Soeharto’s New Order regime in the late 1980s.

Bima, who later co-founded the Bandung chapter of the party, also said that the party’s move to back Prabowo was a collective decision.

“When I see Gerindra, it reminds me of PAN in 1998. Our platforms are very similar,” said Bima. (tjs)

Minggu, 25 Mei 2014

Black Campaign Terhadap Prabowo, Terorganisir

http://nasional.inilah.com/read/detail/2103874/black-campaign-terhadap-prabowo-terorganisir#.U4Ky1fmSxMc

Black Campaign Terhadap Prabowo, Terorganisir
Headline
capres Prabowo Subianto - (Foto : inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
Oleh: Ahmad Farhan Faris
nasional - Minggu, 25 Mei 2014 | 18:30 WIBMore Sharing Services
Salah satu yang disinggung pengacara Partai Gerindra dan Prabowo Subianto, Mahendradata adalah sejumlah akun twitter. Bahkan, yang mengatasnamakan @SamadAbraham

Bahkan, kicauan dari akun twitter itu dijadikan seperti video yang mengeluarkan suara, dan dibuat narator.

"Ada yang edit judul, mengupload, dan ini merupakan kejahatan terorganisir, bukan yang sengaja atau sekedar orang iseng," katanya, di kantor DPP Gerindra, Jakarta, Minggu, (25/5/2014).

Ia melanjutkan, pihaknya sudah merekam kumpulan twitt yang dijadikan video. Nantinya itu akan dijadikan sebagai bukti. Dia juga mengaku, sudah ada saksi-saksi yang melihatnya.

"Ini ada orangnya, ada suara yang mengulangi terus, ada gambar, ada yang edit. Ini ada perencanaan, terorganisir. Itu harus bertanggungjawab, apalagi disebarluaskan link-nya," ujar dia.

Untuk itu, pihaknya bergerak sekarang bukan karena kepentingan nama baik Prabowo Subianto maupun Partai Gerindra.

Tapi, juga kepentigan masyarakat lain termasuk calon presiden, bahwa ini kejahatan karena ada ancaman.

"Ini kejahatan umum, siapapun yang kena mau siapa pelakunya itu tutup mata. Kalau yang buat tim Prabowo sendiri, ya kita tetap laporin. Ini kejahatan umum," tandasnya. [gus]

Tim Prabowo-Hatta nilai wajar adanya kampanye hitam

http://www.antaranews.com/pemilu/berita/435977/tim-prabowo-hatta-nilai-wajar-adanya-kampanye-hitam

Tim Prabowo-Hatta nilai wajar adanya kampanye hitam

Senin, 26 Mei 2014 02:38 WIB | Dilihat 6814 Kali
Tim Prabowo-Hatta nilai wajar adanya kampanye hitam
Aksi Pemilu Bersih. Sejumlah pengunjuk memajang poster saat melakukan aksi dukung Pemilu bersih di depan kantor KPUD Provinsi NTB di Mataram, Selasa (25/3). Puluhan pengunjukrasa yang tergabung dalam Jaringan Aktivis Pemilu Bersih dalam orasinya mengajak serta menyerukan kepada seluruh warga masyarakat agar menolak kampanye hitam, tolak politik uang, tolak Golput serta awasi bersama media massa yang didominasi partai politik. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi) ()
 ...kampanye hitam walaupun itu tidak mendidik...."
Purwokerto (ANTARA News) - Tim Pemenangan Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa Tingkat Jawa Tengah menilai wajar jika menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, 9 Juli 2014, muncul kampanye hitam.

"Itu sudah wajar dan jamak bahwa salah satu atau saling memberikan kampanye hitam walaupun itu tidak mendidik. Barangkali mereka menanggap bagian dari meyakinkan konstituennya agar memilih pasangan yang diinginkan," kata Ketua Tim Pemenangan Pasangan Prabowo-Hatta Tingkat Jawa Tengah Wisnu Suhardono di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu sore.

Oleh karena itu, dia mengaku tidak terlalu risau dengan adanya kampanye hitam yang ditujukan kepada Prabowo Subianto karena permasalahan tersebut justru membuat "rating" calon presiden dalam sejumlah survei semakin naik.

Kendati demikian, dia mempertanyakan kenapa kampanye hitam yang ditujukan kepada Prabowo Subianto justru baru muncul saat mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) itu menjadi calon presiden.

"Kenapa lima tahun lalu Pak Prabowo tidak dikampanyehitamkan ketika menjadi calon wakil presidennya Bu Megawati? Kalau beliau tidak memenuhi syarat, sudah tidak boleh dong menjadi calon wakil presiden, kenapa lima tahun lalu tidak dipermasalahkan, baik kehidupan pribadi maupun karier beliau?" katanya.

"Faktanya diloloskan sebagai calon wakil presiden lima tahun lalu. Kenapa tidak diungkit pada waktu lima tahun lalu waktu beliau mencalonkan sebagai wakil presiden?" tegasnya.

Akan tetapi, sekarang setelah mencalonkan diri sebagai presiden, kata dia, banyak kampanye hitam yang ditujukan kepada Prabowo. (SMT/D007)
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2014

Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia dukung Prabowo-Hatta

http://www.antaranews.com/pemilu/berita/435959/asosiasi-serikat-pekerja-indonesia-dukung-prabowo-hatta

Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia dukung Prabowo-Hatta

Minggu, 25 Mei 2014 23:12 WIB | Dilihat 4979 Kali
Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia dukung Prabowo-Hatta
ilustrasi--Pemeriksaan Kesehatan Prabowo-Hatta Pasangan bakal capres dan cawapres Prabowo Subianto (kiri) - Hatta Radjasa bersiap menjalani shalat Jumat di sela pemeriksaan kesehatan mereka di RSPAD, Jakarta Pusat, Jumat (23/5). Pasangan tersebut menjalani 14 rangkaian pemeriksaan oleh tim dokter spesialis di RSPAD sesuai penunjukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Ikatan Dokter Indonesia. (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus/Spt/14) ()
Jakarta (ANTARA News) - Rapat Majelis Nasional Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia, Minggu, di Jakarta, resmi menyepakati untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2014.

"Berdasarkan hasil voting terbuka Rapat Majelis Nasional Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) menyimpulkan bahwa sikap politik kami pada Pilpres 9 Juli nanti adalah mendukung sikap politik yang diambil oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASPEK Indonesia Sabda Pranawa Djati.

Ia menjelaskan bahwa dinamika internal organisasi telah dapat dilalui secara dewasa oleh seluruh afiliasi ASPEK Indonesia melalui forum yang berlangsung sangat demokratis.

Dukungan ASPEK Indonesia kepada Prabowo Subianto, kata dia, diberikan dengan mempertimbangkan beberapa hal, antara lain adanya kontrak politik "10 Tuntutan Buruh" yang telah ditandatangani oleh Prabowo Subianto dengan Presiden KSPI Said Iqbal, di mana di dalamnya berisi komitmen Prabowo Subianto jika terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia.

Di antara komitmen itu, adalah untuk menaikkan komponen kebutuhan hidup layak (KHL) dari 60 menjadi minimal 84 komponen, penghapusan sistem kerja "outsourcing" (alih daya), terutama di BUMN dengan mengangkat pekerja "outsourcing" menjadi pekerja tetap.

"Itu adalah beberapa di antara 10 komitmen Prabowo Subianto yang disepakati dalam kontrak politik dimaksud, yang juga menjadi agenda perjuangan ASPEK Indonesia dalam mencapai tujuan organisasi untuk menyejahterakan pekerja pada umumnya," katanya.

Selain itu, kata dia, Rapat Majelis Nasional juga menyepakati beberapa rencana aksi terkait keputusan mendukung Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, yaitu akan mengirimkan surat resmi kepada KSPI, melakukan sosialisasi ke seluruh anggota ASPEK Indonesia dan juga kepada pihak pihak di luar organisasi ASPEK Indonesia, serta berperan aktif dalam kampanye dukungan kepada Prabowo Subianto.

"Selanjutnya kami akan aktif bergabung dalam tim pemenangan yang telah dibentuk oleh KSPI, khususnya untuk melakukan sosialisasi kontrak politik 10 Tuntutan Buruh tidak saja kepada anggota namun juga kepada masyarakat," katanya.

Karena, 10 tuntutan tersebut, yang saat ini telah menjadi 10 komitmen Prabowo Subianto, sesungguhnya adalah permasalahan seluruh rakyat Indonesia termasuk di antaranya masa depan pekerja honorer, guru honor dan pekerja migran, demikian Sabda Pranawa Djati.

(A035/T007)
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © 2014

Selasa, 20 Mei 2014

Macet, Prabowo-Hatta Jalan Kaki 100 Meter ke Masjid Sunda Kelapa


http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/05/20/132254/2587065/1562/macet-prabowo-hatta-jalan-kaki-100-meter-ke-masjid-sunda-kelapa

Selasa, 20/05/2014 13:22 WIB

Macet, Prabowo-Hatta Jalan Kaki 100 Meter ke Masjid Sunda Kelapa

Prins David Saut - detikNews

Jakarta - Pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa salat dzuhur di masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakpus. Mereka harus berjalan kaki sejauh 100 meter karena kemacetan di lokasi.

Mobil yang dikendarai Prabowo-Hatta tak bisa bergerak setibanya di perempatan Jl Mangunsarkoro, Menteng, Jakpus. Keduanya pun memilih jalan kaki ke arah masjid yang jaraknya 100 meter lagi.

Prabowo dan Hatta kompak mengenakan baju putih. Bedanya, Prabowo memakai kacamata hitam, sedangkan Hatta tidak. Mereka berjalan ditemani ratusan pendukung yang berdesakan sambil meneriakkan pekik dukungan dan takbir.

"Hidup Prabowo-Hatta. Allahuakbar!" kata para pendukung di sepanjang jalan tersebut, Selasa (20/5/2014).

Ketua umum parpol pengusung mereka berdua juga ikut, seperti Aburizal Bakrie (Golkar), Anis Matta (PKS), dan tokoh-tokoh lainnya.

Keduanya sekarang sudah masuk ke dalam masjid. Suara salawat terdengar dari dalam. Sementara para pendukungnya juga ikut salat, sebagian ada yang menunggu di luar.

Rencananya, pasangan itu akan berjalan kaki ke arah gedung KPU yang letaknya tak jauh dari masjid. Mereka juga akan mampir sebentar di museum perumusan naskah proklamasi.

Hatta: Saya Senang Mahfud MD Jadi Ketua Timses Kami

http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/05/20/124638/2586996/1562/hatta-saya-senang-mahfud-md-jadi-ketua-timses-kami

Selasa, 20/05/2014 12:46 WIB

Hatta: Saya Senang Mahfud MD Jadi Ketua Timses Kami

Sukma Indah Permana - detikNews
Jakarta - Cawapres Hatta Radjasa mengaku senang akhirnya Mahfud MD dan Rhoma Irama sudah mendukung Prabowo dan dirinya sebagai capres dan cawapres. Dia juga mengakui bahwa Mahfud kini sudah menjadi tim sukses pasangan Prabowo-Hatta.

"Saya senang Pak Mahfud dan Pak Rhoma irama sudah mendukung kami," kata Hatta di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2014).

"Iya, (Mahfud MD menjadi ketua timses Prabowo-Hatta)," jawab Hatta pendek.

Selanjutnya, Mahfud MD sebagai Ketua Tim Sukses akan mendaftarkan pasangan Prabowo dan Hatta ke KPU

"Mendaftar ke KPU harus sudah ada tim suksesnya dan Ketua Tim Sukses yang ke KPU nanti adalah Pak Mahfud Md," kata Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan di Rumah Polonia, Jakarta Timur.

Manufer kedua capres dan cawapres masih terus berlanjut. Setelah memperoleh dukungan Mahfud dan Rhoma, kini mereka menunggu pernyataan dukungan dari Susilo Bambang Yudhoyono bersama gerbongnya di Partai Demokrat.